Dlingo,(bantul.sorot.co)--Bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu, masih menyisakan persoalan di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Bantul. Salah satunya di Padukuhan Kebosungu II Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Bantul, yang berada di ujung tenggara Bantul berbatasan dengan Gunungkidul.
Sebuah tempat pemakaman umum di padukuhan ini hancur diterjang banjir Sungai Oya, mengakibatkan ratusan batu nisan hilang terbawa banjir. Saat ini, warga tengah berusaha membangun dan menata kembali tempat pemakamam umum tersebut, dengam cara bergotong royong.
Kami mendapatkan beberapa bantuan dar donatur baik berupa material bangunan maupun uang, semua kami kumpulkan. Selanjutnya kami warga bergotong royong,” ujar Musyadad, tokoh masyarakat Padukuhan Kebosungu II, Minggu (17/12).
Salah satu bantuan yang datang di antaranya berasal dari Komunitas Pemuda Kedon (Kompak) Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, dengan menyumbangkan sebanyak dua ton semen. Bantuan diserahkan pada Minggu siang, oleh sejumlah perwakilan pemuda dan warga Kedon yang datang langsung ke lokasi bencana di Kebosungu II.
Ketua Komunitas Pemuda Kedon, Rozihan Putra, mengatakan, bantuan semen tersebut diharapkan bisa membantu warga dalam membangun kembali tempat pemakaman yang rusak akibat terjangan banjir. Sebelumnya, ia dan jajaran pengurus komunitas pemuda mendengar masih terdapat warga korban bencana banjir yang belum tersentuh bantuan. Setelah melakukan survey lapangan, akhirnya diputuskan untuk membantu warga di Kebosungu II.
Kami mendengar bahwa komplek makam di Kebosungu II hancur diterjang banjir dan membutuhkan bantuan. Bantuan yang dibutuhkan berupa material untuk membangun kembali komplek makam. Maka kami kirim bantuan semen,” ujarnya.
Dikatakan Rozi, bantuan semen berasal dari penggalamgan dana anggota Komunitas Pemuda Kedon dan warga. Dana yang terkumpul sekitar Rp 4 juta, kemudian digunakan untuk pengadaan semen dan diserahkan ke warga Kebosungu II. Mewakili warga, ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan warga Kebosungu II dalam rangka membangun kembali komplek pemakaman umum di wilayah tersebut.
Kami melihat langsung di lokasi, kerusakannya memang cukup parah. Banyak batu nisan yang hilang terbawa banjir, kemudian pagar makam juga sudah hancur,” pungkasnya.
Sumber berita : Sorot Bantul.co

0 komentar :
Posting Komentar
Terimakasih telah berpartisipasi memberikan komentar terbaik anda. Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi.