Dampak Siklon Cempaka masih dirasakan oleh sebagian warga di Kecamatan Dlingo. Satu diantara dampak dirasakan adalah adanya pergerakan tanah di sekitar SD Seropan, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul.
Kondisi saat ini (1/1/2017) terjadi retakan akibat pergerakan tanah terlihat diatas (sebelah barat) gedung sekolah, Halaman Sekolah dan 50 m arah timur sekolah.
BPBD DIY dan BPBD Bantul telah menetapkan daerah yang mengalami pergerakan tanah ke dalam Zona Merah atau Kawasan Berbahaya untuk ditempati. Atas penetapan ini pihak sekolah, wali murid, Komite Sekolah berharap segera direlokasi.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantul, Drs. Didik Warsito, M.Si berdasarkan rekomendasi dari BPBD telan menyetujui pemindahan Kegiatan Belajar Mengajar ke Lokasi bekas SD Seropan 3.
SD Seropan 3 kosong setelah digabung dengan SD Seropan 2 yang berubah nama menjadi SD Seropan. Dari 6 ruang kelas yang ada hanya 3 yang dapat digunakan sehingga 3 kelas lainnya dan ruang Guru akan menggunakan tenda dari BPBD.
Menurut keterangan Didik Warsito untuk anggaran pembangunan gedung baru di tahun 2018 belum masuk dalam APBD Kabupaten, namun ia berharap Pemerintah Pusat ataupun pihak ketiga dapat segera merealisasikan relokasi yaitu pembangunan sekolah baru.
Menurut keterangan Didik Warsito untuk anggaran pembangunan gedung baru di tahun 2018 belum masuk dalam APBD Kabupaten, namun ia berharap Pemerintah Pusat ataupun pihak ketiga dapat segera merealisasikan relokasi yaitu pembangunan sekolah baru.
Penggunaan tenda akan berlangsung selama 20 hari mulai 2 Januari 2018. Setelah itu akan dibuatkan ruangan semi permanen dari bambu. Sedangkan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo menempati bangunan di komplek Masjid Al Iman Seropan dan 2 tenda dari BNPB.
0 komentar :
Posting Komentar
Terimakasih telah berpartisipasi memberikan komentar terbaik anda. Isi komentar di luar tanggung jawab redaksi.